Lemari Benang dan Buku

Cerita Benang

Lemari Benang dan Buku

Saat masih di rumah lama, saya menyimpan benang di dalam kontainer. Ada 1 kontainer besar dan 1 kontainer sedang. Walaupun saya sudah berusaha menata benang-benang serapi mungkin, tapi lama-kelamaan jadi berantakan. Karena setiap kali membutuhkan benang dan mengambilnya dari dalam kontainer, posisinya jadi bergeser-geser.

Saya mengidam-idamkan tempat penyimpanan benang yang keren dan asyik, seperti yang saya lihat di foto-foto Instagram. Ada yang bentuknya rak belah ketupat menempel di dinding dengan benang-benang diletakkan sesuai warnanya. Ada juga rak berwarna putih polos yang isinya benang semua. Atau laci besar dan lemari penuh benang. Semuanya kelihatan rapi, cantik, dan memikat.

Ketika sudah pindah ke rumah baru, keinginan itu masih ada. Apalagi saya juga butuh tempat untuk buku-buku saya yang juga berada dalam kontainer. Pengen rasanya memajang semua buku dan benang yang saya punya. Setelah menimbang-nimbang beberapa lama dan memperkirakan biaya yang dibutuhkan, saya pun memesan lemari.

Sebenarnya saya mencontek ide adik perempuan saya. Dia sudah lebih dulu memesan lemari buku dari kenalan temannya. Model lemarinya berdasarkan produk luar negeri, tapi dibuat lebih kecil. Saya pesan lemari yang modelnya sama dengan punya adik saya, tapi ukuran tingginya sesuai ukuran asli dan lebih lebar sedikit.

Begitu lemari yang dipesan datang, saya senang bukan main. Akhirnyaaa saya punya lemari untuk buku-buku dan benang-benang saya. Hari itu juga lemari baru langsung saya bersihkan, kemudian buku-buku dan benang-benang saya tata. Lega rasanya semua buku dan benang bisa keluar dari kontainer.

Ternyata benang saya sedikit juga ya kalau ditata di lemari. Tapi lama-kelamaan jumlah benang bertambah, buku-buku juga bertambah. Mungkin saya akan butuh lemari lagi. Haha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *